Setelah dapat dilihat pada keluaran berikutUse (A)uto

Setelah beberapa hari lalu saya berhasil melakukan update firmware pada OpenBSD di Thinkpad kesayangan saya, kali ini saya berencana untuk menggunakan OpenBSD sebagai sistem operasi default
saya dalam kegiatan sehari-hari. Alasan kenapa saya ingin menggunakan
OpenBSD sebagai sistem operasi sehari-hari tidak lain dan tidak bukan
adalah karena saya sedang meneliti seberapa greget sistem operasi ini dibandingkan dengan sistem operasi GNU/Linux yang biasa saya gunakan. Beberapa thread yang membahas mengenai penggunaan OpenBSD menyebutkan bahwa sistem operasi ini memiliki banyak kelebihan.Memasang OpenBSD Menggantikan UbuntuSeperti
yang sudah saya tulis sebelumnya saya telah melakukan instalasi OpenBSD
pada Thinkpad kesayangan, namun jika sebelumnya saya masih memasang
Ubuntu sebagai alternatif maka kali ini saya hanya memasang OpenBSD
sebagai sistem operasi saya. Perlu dicatat, pada pengalaman kali ini
saya menggunakan hanya satu partisi yang di mount pada /. Untuk melakukan hal ini ketika installer OpenBSD memberikan pertanyaan terkait pemilihan penggunaan disk saya memilih opsi C untuk konfigurasi kustom. Detail dari langkah yang saya lakukan dapat dilihat pada keluaran berikutUse (A)uto layout, (E)dit auto layout, or create (C)ustom layout? a C

You will now create an OpenBSD disklabel inside the OpenBSD MBR partition.
The disklabel defines how OpenBSD splits up the MBR partition into OpenBSD partition
in which filesystem and swap space are created.
You must provide each filesystem’s mountpoint in this program.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

The offset used in the disklabel are ABSOLUTE, i.e. relative to the
start of the disk, NOT the start of the OpenBSD MBR partition.

Label editor (enter ‘?’ for help at any prompt)
> p
OpenBSD area: 64-4193280; size: 4193216; free 4193216
# size offset fstype fsize bsize cpg
c: 4194304 0 unused
> a
partition: a b
offset: 64
size: 4193216 256M
Rounding to cylinder: 532160
FS type: swap
> a
partition: a
offset: 532224
size: 3661056
FS type: 4.2BSD
mount point: none /
> w
> q
Seperti yang terlihat pada keluaran di atas, saya menambahkan b dengan offset default 64 sebesar 250 mega dengan filesystem swap. Kemudian untuk label a saya menggunakan sisa offset dan membiarkan installer menentukan offset terakhir secara otomatis. Kemudian saya melanjutkan instalasi OpenBSD seperti biasanya.Mengubah /etc/installurl ke Mirror LokalUntuk mempercepat proses pemasangan paket, maka saya memilih untuk menggunakan mirror OpenBSD lokal. Hal ini saya lakukan dengan menggunakan perintah echo sebagai berikut# echo “http://kartolo.sby.datautama.net.id/pub/OpenBSD/” >> /etc/installurl
Dengan begitu perintah pkg_add akan menambahkan versi dan arsitektur mesin pada direktori URL.Mengganti Shell dengan BashSaya cukup betah dengan menggunakan shell bash pada Ubuntu sebelumnya, untuk itu saya ingin menggunakannya kembali pada OpenBSD ini. Untuk mengganti shell dengan bash gunakan perintah berikut# pkg_add bash
# chsh -s /usr/local/bin/bash
Jika kamu ingin mengganti shell pada user lain, maka gunakan perintah# chsh -s /usr/local/bin/bash nama_user
Itu adalah beberapa hal yang baru saya
lakukan pada instalasi OpenBSD ini, masih banyak yang harus dilakukan
untuk bisa digunakan sebagai sistem operasi harian sepertiMemasang window managerMemasang peramban untuk keperluan menjelajah dunia mayaMemasang IDE untuk keperluan sehari-hariSerta melakukan kompilasi Telegram pada sistem operasi iniSemoga semua itu bisa saya lakukan dalam beberapa hari kedepan .. Semangat!!