Perkembangan khususnya di area laut atlantik. Selain

Perkembangan industri
perikanan yang makin besar di masa sekarang membuat kondisi perikanan dunia
menjadi tidak seimbang dan unsustainable
(tidak berkelanjutan). Berdasarkan laporan FAO (Food and Agriculture Organization of United Nations), telah terjadi
peningkatan terhadap besarnya jumlah ikan yang ditangkap untuk dijadikan stok
ikan secara global dari kurun waktu 1950-an hingga tahun 2000. Hal tersebut
mengakibatkan populasi ikan mengalami penurunan yang besar hingga lebih dari
setengahnya. Akibatnya, dari tahun 2000 ke atas, jumlah ikan yang ditangkap dari
berbagai tempat di seluruh dunia mulai mengalami penurunan, meskipun di
beberapa tempat ada yang masih stabil. Bahkan ada pula industri perikanan yang collapsed atau mengalami kebangkrutan akibat
sekitar 75% ikan di wilayah lautnya telah tereksploitasi secara berlebihan,
contohnya yaitu kasus yang terjadi pada Grand
Bank Cod Fisheries di Kanada.

Ikan kod adalah salah
satu jenis ikan laut favorit yang populasinya telah menurun drastis, khususnya
di area laut atlantik. Selain ikan kod tadi, ikan tuna, hiu serta mamalia laut
seperti paus adalah contoh organisme lain yang populasinya juga telah sangat
turun. Perburuan terhadap ikan-ikan ini tidak hanya dengan tujuan untuk
dikonsumsi saja, melainkan juga untuk tujuan hiburan, seperti untuk taman
wisata laut. Namun penurunan yang paling besar terjadi pada stok ikan komersial
yang menjadi makanan populer masyarakat pada umumnya, seperti ikan makerel dan
tuna.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Hampir semua orang
senang mengonsumsi ikan. Ikan adalah sumber protein terbaik dan juga makanan
yang sangat sehat dinilai dari kandungan nutrisinya. Dan laut, tentu saja
adalah sumber ikan terbaik dan terbesar yang ada di bumi. Hingga beberapa
dekade yang lalu laut di bumi dipenuhi oleh berbagai jenis ikan, berbeda dengan
kondisi laut di zaman sekarang yang semakin sedikit jumlah dan jenis ikannya. Hal
tersebut tentu saja terjadi karena adanya faktor-faktor penyebab, baik faktor alamiah
yang berasal dari lingkungan laut itu sendiri ataupun faktor non alamiah yang
disebabkan oleh perbuatan manusia.