Mengenal Faktor resiko Umumnya keadaan yang memerlukan

Mengenal
Parafimosis

Bagi anak laki-laki yang tidak dilakukan penyunatan
atau sirkumsisi, masih menyisakan
kulit yang menutup di ujung kepala penisnya. Kulit ujung penis ini dapat
menimbulkan masalah berupa penyakit atau kondisi medis tertentu. Apabila kulit
ujung penis tadi di tarik ke arah dalam mendekati tubuh sehingga terekspos
kepala penisnya dan kulit tadi tidak dapat dikembalikan ke posisi semula, keadaan
ini disebut sebagai kondisi PARAFIMOSIS.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Paraphimosis merupakan sebuah kondisi yang
serius dan hanya bisa terjadi pada kaum adam, baik yang belum maupun sudah di
lakukan tindakan sirkumsisi. Tidak hanya itu, kondisi ini dapat terjadi pada
laki-laki di semua usia, namun berdasarkan data dilapangan kejadian yang lebih
sering ditemukan adalah usia remaja dan bayi.

Pada laki-laki yang
tidak disunat, kulit ujung kepala penis mereka dapat dapat tertarik menuju arah
belakang saat sedang melakukan hubungan seksual, ketika hendak membersihkan
penis dengan menarik kulitnya, atau ketika sedang kencing. Jika kulit yang
tertarik ke belakang tadi tersisa terlalu panjang, penis mungkin mengalami
pembengkakan atau ereksi, sehingga kulit tadi terjebak di batang penis dan
menimbulkan jeratan pada batang penis.

 

Penyebab dan Faktor resiko

Umumnya keadaan yang memerlukan penarikan
kulit ujung kepala penis ke arah belakang biasanya pada saat  bersenggama atau berhubungan seksual, masturbasi atau
dapat pula sehabis melakukan tindakan prosedur medis berupa pemasangan selang
kencing atau yang dikenal dengan nama kateter urine.

Jika kulit ujung kepala penis yang di tarik ke arah
belakang tidak di arahkan atau di posisikan kembali ke tempat semula, hal ini
dapat menyebabkan gangguan dan hambatan aliran peredaran darah vena yang
menerima darah dari arteri. Ketika sitem aliran darah arteri yang masih normal
tersebut terus memberikan supply ke pembuluh darah vena maka akan terjadi
penumpukan di sistem aliran darah vena dan menyebabkan pembengkakan.

Pembengkakan ini akan dirasakan dengan sensasi nyeri
yang tumpul dan menetap di bagian ujung kepala penis. Usaha perbaikan untuk
mengembalikan kulit ujung kepala penis akan berbuah sia-sia, dan jika dibiarkan
hal ini akan sangat membahayakan bagi pasien yaitu dapat terjadi nekrosis atau
kematian jaringan yang berujung pada amputasi.

 

Manifestasi
klinis

Tanda dan gejala dari penyakit atau kondisi
parafimosis ini sangat khas yaitu :

·        
Nyeri yang dirasakan tumpul dan memberat di
penis seiring waktu

·        
Pembengkakan dari ujung kepala penis tanpa di
tutupi oleh kulit ujung penis

·        
Kulit ujung penis tertarik ke arah belakang

·        
Tanda penjeratan pada leher penis yang khas
oleh kulit ujung penis

 

Diagnosis

Diagnosis parafimosis dibuat dan ditegakkan
oleh dokter dengan melakukan wawancara medis tentang kebiasaan sebelumnya
terkait dengan faktor resiko yang mungkin muncul. Dilanjutkan dengan
pemeriksaan fisik untuk menentukan kondisi klinis. Pada tahap ini usaha yang dilakukan
untuk menarik dan mengembalikan kulit ujung kepala penis terjepit tadi akan
berbuah sia-sia.

Kondisi Parafimosis ini dapat langsung di diagnosis secara klinis di tempat
pemeriksaan, jadi tidak memerlukan pemeriksaan penunjang apapun di kasus ini. Kejadian parafimosis sangat mungkin terjadi pada penis yang belum dilakukan sirkumsisi, ataupun bisa juga terjadi
pada kasus yang telah dilakukan sirkumsisi, tetapi hasilnya
kurang sempurna.

 

Penanganan

Pada saat terjadinya kondisi parafimosis,
langkah awal yang harus segera dilakukan agar tidak semakin parah dan
penjeratan dapat di minimalisir yaitu dengan di upayakan untuk mengembalikan
kulit tadi ke arah ujung. Pengembalian ke arah ujung ini dapat dilakukan dengan
cara memijat secara ringan ujung kepala penis selama tiga hingga lima menit
sehingga diharapkan pembengkakkan bisa berkurang secara perlahan dan kulit yang
menjerat tadi dapat dilonggarkan dan bisa di kembalikan ke tempatnya semula.

Jika usaha tadi tidak dapat berhasil dalam
menangani parafimosis, maka harus dilakukan tindakan bedah yang didahului
dengan pembiusan. Tindakan bedah tersebut dengan cara melakukan irisan pada
sisi jeratan sehingga kulit dapat dikembalikan ke posisi semula. Setelah pembengkakan
dan proses peradangan hilang selanjutnya disarankan untuk  dilakukannya tindakan sirsumsisi (penyunatan)  

Sangat disarankan untuk melakukan penarikan
kembali ke posisi semula setelah bersenggama atau berhubungan seksual, masturbasi atau sehabis
dilakukan tindakan prosedur medis berupa pemasangan selang kencing atau yang
dikenal dengan nama kateter urine.

 

Komplikasi

Komplikasi dari parafimosis dapat terjadi
beberapa kemungkinan yaitu munculnya nyeri pada saat berkemih maupun tidak,
pengumpulan kotoran dari cairan urin serta bakteri yang menjadikan suatu
infeksi, pada kondisi yang parah dapat menyebabkan penghentian proses berkemih.
Ketiga faktor ini jika terus berkembang dapat menimbulkan infeksi pada saluran
kemih dan dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal.

Penarikan kulit yang tertahan tadi secara
paksa dan tidak bertahap dapat berakibat penjeratan semakin masif sehingga
terasa nyeri yang memberat serta pembengkakkan semakin parah.